Pertemuan Forum CSR dengan Bpk Gubernur Banten

Sumber Gambar :

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai menata potensi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih terarah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Penataan CSR ini menjadi bagian dari persiapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Non-APBD yang direncanakan berlangsung akhir tahun ini.

“Perlahan-lahan kita akan memaksimalkan potensi peran swasta dalam menunjang pembangunan di Provinsi Banten,” kata Gubernur Banten Andra Soni seusai rapat koordinasi bersama Forum CSR di Aula Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (1/9/2026).

Andra mengatakan Forum CSR tidak boleh menggantikan peran pemerintah. Forum tersebut harus menjadi elemen pendukung pembangunan dengan mengarahkan kontribusi dunia usaha pada kebutuhan masyarakat.

Sejumlah sektor yang dapat menjadi sasaran kontribusi CSR di antaranya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), fasilitas olahraga, serta berbagai program sosial lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan Forum CSR saat ini masih fokus memperkuat tata kelola. Hal itu dilakukan untuk membangun kepercayaan perusahaan terhadap forum tersebut.

Salah satu dukungan yang sebelumnya telah diterima, kata Deden, berasal dari Grup Sinar Mas melalui program bedah rumah di wilayah Tangerang.

Ke depan, penyaluran CSR akan diarahkan berdasarkan pemetaan kebutuhan di masing-masing wilayah. Kabupaten Pandeglang dan Lebak menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena kebutuhan masyarakat di daerah tersebut masih besar dan belum sepenuhnya dapat ditangani melalui APBD.

“Forum CSR harus mengedepankan program-program yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat dan belum ter-cover (tercakup) oleh program Pemprov,” ujar Deden.

Ketua Forum CSR Banten Jamil menegaskan pihaknya tidak mengelola dana CSR perusahaan. Forum CSR, kata dia, hanya menjadi wadah untuk menyinergikan, menyelaraskan, dan mengolaborasikan program perusahaan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak mengelola uang. Kita hanya menjadi tempat atau wadah untuk bersinergi, matching program (penyelarasan program), dan kolaborasi,” kata Jamil.

Jamil menyebut potensi dunia usaha di Banten cukup besar. Berdasarkan pendataan awal, terdapat sekitar 4.000 perusahaan skala menengah hingga besar yang beroperasi di Banten.

Jika ditambah perusahaan skala kecil, jumlah perusahaan di Banten diperkirakan mencapai 8.000 perusahaan.

Untuk memperkuat transparansi, Forum CSR Banten juga tengah menyiapkan situs web khusus. Situs tersebut nantinya memuat informasi mengenai program CSR, perusahaan yang berkontribusi, penerima manfaat, hingga sebaran lokasi kegiatan.

“Melalui situs web tersebut, masyarakat juga dapat mengusulkan program yang kemudian akan kami verifikasi untuk ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan,” paparnya. (Red/Ris)


Share this Post