• Thursday, 19 October 2017
  • Pengumuman

    DPRD SAHKAN APBD PERUBAHAN PEMPROV BANTEN


    SERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten kemarin mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2017. Hal tersebut dilakukan saat rapat paripurna di gedung DPRD Banten, Kamis (28/9).

    Ketua Pelaksana Harian Badan Anggaran DPRD Banten Budi Prayogo menjelaskan, secara komposisi didominasi oleh pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 5.78 triliun dan dana perimbangan sebesar Rp 4.13 triliun. Sedangkan belanja daerah mencapai Rp 10.47 triliun, yang terdiri atas belanja tidak langsung Rp 6.83 triliun meliputi belanja pegawai, hibah, bansos, bagi hasil dan bantuan keuangan ke Kabupaten/Kota dan partai politik serta belanja tidak terduga. Sementara belanja langsung sebesar Rp 3.64 triliun meliputi belanja pegawai, modal dan barang/jasa.

    “Dalam APBD perubahan ini ada beberapa hal yang dihapus,” ujar Budi kepada awak media setelah rapat paripurna.

    Salah satu yang dihapus adalah usulan tambahan modal untuk Bank Banten. Ada sejumlah hal pertimbangan yang membuat keputusan tersebut diambil.

    Postur APBD perubahan tahun ini sendiri fokus kepada target pembangunan sejumlah infrastruktur salah satunya revitalisasi kawasan wisata religi dan cagar budaya Banten Lama.

    Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, APBD P tahun 2017 telah mengakomodir amanat Peraturan Pemerintah (PP) No 18 Tahun 2017 tentang hak dan keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD.

    “Saya berharap dengan pemberian ini akan memberikan semangat kerja dan motivasi bagi anggota dewan untuk bekerja lebih baik lagi untuk rakyat banten,” kata Gubernur.

    Gubernur melanjutkan, untuk mendorong terwujudnya perbaikan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, Pemprov Banten telah melakukan upaya peningkatan kualitas belanja dengan melakukan efisiensi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Gubernur juga mengakui pengalihan kewenangan pengelolaan pendidikan menengah kepada Pemprov dari Kabupaten/Kota cukup berdampak signifikan terhadap rancangan APBD perubahan. Hal tersebut dapat dilihat pada meningkatnya belanja pada program kegiatan yang mendukung penyelenggaraan proses pendidikan.

    “Kita akan siapkan lahan baru untuk pembangunan fisik sekolah, ruang kelas baru SMK/SMA, rehabilitasi ruang belajar, peningkatan kompetensi Guru SMA dan SMK melalui pemberian beasiswa melanjutkan jenjang pendidikan S1 atau S2. Kita fokuskan juga revitalisasi kawasan Banten Lama,” jelasnya.

    Gubernur berharap setelah disahkan APBD Perubahan 2017, Pemprov Banten bisa melaksanakan pembangunan dengan sebaik-baiknya sehingga target kinerja sebagaimana tertuang pada RPJMD dapat tercapai dan dapat terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    “Saya berharap kita smua transparan, jangan diselinapkan, jangan dikorupsi. Kita kasih tahu kepada publik anggarannya, biar rakyat tahu dan memantau,” pesannya. (ADVERTORIAL/DPRD PROVINSI BANTEN).

    Sumber :  https://www.bantenprov.go.id/


    Jadwal Sholat


    Prakiraan Cuaca


    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan