Rapat Proposal Kajian Potensi Wisata Bendungan Sindangheula Provinsi Banten

Rapat Proposal Kajian Potensi Wisata Bendungan Sindangheula Provinsi Banten
Kepala Bappeda memberikan pengarahan dan Membuka acara baik secara hybrid
Rapat Proposal Kajian Potensi Wisata Bendungan Sindangheula Provinsi Banten
Rapat Proposal Kajian Potensi Wisata Bendungan Sindangheula Provinsi Banten
Rapat Proposal Kajian Potensi Wisata Bendungan Sindangheula Provinsi Banten
Rapat Proposal Kajian Potensi Wisata Bendungan Sindangheula Provinsi Banten

Keberadaan Bendungan Sindangheula yang diresmikan oleh presiden Republik Indonesia 2 tahun yang lalu yang terletak di Sungai Cibanten, desa Sindangheula, Kabupaten Serang Provinsi Banten dengan luas lahan 1.289 Ha, dan sebagai penyuplai air bersih dengan kapasitas 800 Ltr /detik berfungsi sebagai penyediaan irigasi untuk masyarakat untuk Kabupaten Serang dan Kota Cilegon namun disisi lain pada aspek pemanfaatan potensi Objek Wisata belum termanfaatkan, sesuai amanat presiden republik indonesia Presiden Joko Widodo pada sambutannya pada peresmian bendungan sindangheula (3/21), meminta agar pemerintah daerah dan masyarakat menjaga serta memanfaatkan bendungan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari berbagai banyak manfaat; mulai dari irigasi, pengendalian banjir, pembangkit listrik, konservasi dan pariwisata.

Menagkap hal tersebut melalui Bappeda Provinsi Banten bekerjasama dengan tim peneliti Universitas Brawijaya Provinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Proposal Kajian Potensi Wisata Bendungan Sindangheula Provinsi Banten yang bertempat di ruang rapat Bidang Litbang Bappeda Provinsi Banten, Senin (30/05/2022) acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Banten, Dr.Mahdani, SE, ST, M.Si, MM.. serta dihadiri beberapa Organisasi Perangkat Daerah baik dilingkungan Provinsi dan Kabupaten Kota di Provinsi Banten secara hybrid.

 Dalam sesi pembukaannya Kepala Bappeda Banten, Mahdani. Berharap potensi yang ada di Bendungan Sindangheula bisa termanfaatkan selain sebagai fungsi irigasi yang membantu sumber daya air untuk masyarakat namun ada potensi pemanfaatan yang lainnya, termasuk objek wisata untuk masyarakat dan juga sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentunya. Oleh karena itu harapan dalam pertemuan Rapat Pembahasan Proposal ini menjadi bahan rekomendasi sebagai contoh model penanganan bendungan lainnya yang berada di Provinsi Banten.   

Selanjutnya dipaparkan proposal Penelitian oleh tim peneliti Brawijaya serta diisi beberapa narasumber dari Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif serta Dinas Pariwisata Provinsi Banten, dilanjutkan diskusi sebagai rekomendasi masukan untuk penyempurnaan laporan kajian penelitian ini. (adm)