Investasi Di Kota Tangerang Capai Rp5,26 Triliun

img

TANGERANG, BANTEN - Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Tangerang mencatat total investasi yang masuk ke daerah itu hingga triwulan ketiga 2016 mencapai Rp5,26 triliun antara lain investasi dalam pembangunan apartemen.

Kepala BPMPTSP Kota Tangerang, Karsidi di Tangerang, Kamis, mengatakan tingginya nilai investasi yang masuk disebabkan karena pembangunan apartemen yang menggeliat di daerah itu.

Berdasarkan data, ada sembilan apartemen yang dibangun pada tahun 2016 ini. Dominasi pembangunan apartemen karena keterbatasan lahan yang ada di Kota Tangerang.

Adapun lokasi pembangunan, lanjutnya, berada di wilayah selatan seperti Karawaci, Cikokol, Cibodas dan dekat kawasan Alam Sutera. Hal itu karena daerah tersebut adalah kawasan industri dan dekat dengan jalan tol sehingga dinilai sangat representatif.

Bahkan, Pemkot Tangerang memperkirakan jika nilai investasi yang masuk akan terus berkembang seiring dengan kemudahan berizin yang diberikan Pemerintah Kota Tangerang.

"Pembangunan apartemen akan membawa dampak pada pembangunan bidang lainnya seperti tempat makan maupun pusat belanja," ujarnya.

Kota Tangerang dengan jumlah penduduk hampir dua juta jiwa, adalah wilayah yang memiliki potensi investasi menjanjikan.

Kemudahan transportasi seperti adanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Stasiun Kereta Api Tangerang, Terminal Poris Plawad, Transjabodetabek dan beberapa ruas jalan tol, menjadi alasan pengusaha berinvestasi di Kota Tangerang.

Hal penting lainnya adalah kemudahan proses perizinan yang menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau online, bahkan ada beberapa perizinan yang hanya cukup diurus di kecamatan.

"Kemudahan perizinan ini yang menjadi daya tarik bagi investor. Kemudahan ini merupakan upaya untuk menjadikan Kota Tangerang sebagai kota layak investasi," katanya.

Karsidi menyebutkan sebagai tindak lanjut dari Paket Kebijakan Ekonomi yang dikeluarkan pemerintah pusat, Pemkot Tangerang menerapkan izin daring, sistem informasi barang daerah, sistem informasi keuangan daerah.

Pemkot Tangerang juga menerapkan sistem informasi dan pelaporan pembangunan, sistem informasi akuntansi, layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) hingga Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) atau pelimpahan kewenangan perizinan ke kecamatan.

 

 

Penulis Fauzan Ricky

Antara/ Kamis, 24 November 2016

TAGS :
Pemkot Tangerang Bappeda Banten BPMPTSP

Berita Lainnya